Seret AP1, AP2, dan HP di denah. 2.4 GHz menembus dinding lebih baik tapi lambat; 5 GHz cepat tapi mudah teredam. Mesh menutup dead zone.
Hijau kuat (> -60 dBm) · Kuning sedang · Merah lemah · Merah tua dead zone. Garis tebal = dinding luar, tipis = dinding dalam.
Merah unduhan besar · Biru video call · Hijau game
Urutan yang disarankan:
1) Ping LAN: cek kualitas Wi-Fi ke router.
2) Ping WAN: cek jalur sampai internet. LAN kecil tapi WAN besar = masalah di ISP.
3) iPerf TCP ke router: throughput maksimum Wi-Fi.
4) iPerf TCP ke internet: dibatasi bandwidth ISP.
5) UDP: uji loss dan jitter, termasuk saat overload.
Grafik atas = pembagian kanal (seperti stasiun radio). Merah = AP tetangga, biru = AP kamu, ungu = bagian yang saling menimpa. Kanal sama: kalian bergantian bicara, jadi lambat. Kanal bertumpuk sebagian: suara saling menimpa sehingga pesan rusak dan harus diulang. Kanal terpisah: tidak saling ganggu. Animasi di bawah menunjukkan AP kamu dan AP tetangga yang mengirim data bersamaan.
Bayangkan ngobrol di pasar. AP adalah orang yang bicara, laptop yang mendengarkan. Jarak membuat suara mengecil, keramaian (noise) menutupi suara temanmu. Selisih keras suara teman dan keramaian disebut SNR. Makin besar selisihnya, makin cepat kalian bisa bicara tanpa salah dengar. Lebar kanal = lebar jalur bicara: lebih lebar muat lebih banyak kata sekaligus, tetapi lebih banyak keramaian ikut masuk.
Empat perangkat berjalan keliling rumah dengan perilaku berbeda: telepon internet (butuh latency rendah), streaming (butuh 8 Mbps stabil), game (butuh ping rendah), dan unduh file (rakus bandwidth). Unduhan menghabiskan waktu udara AP, sehingga telepon dan game ikut tersendat. Aktifkan Airtime fairness / QoS untuk membatasi unduhan. Tanpa mesh ada dead zone. Dengan mesh, perangkat berpindah AP saat sinyal AP lain lebih kuat 6 dB.
Kartu kiri atas = kondisi (QoE) tiap perangkat saat ini: hijau baik, merah buruk. Grafik di bawah mengikuti perangkat yang dipantau: kiri RSSI (garis hijau -60 dBm, kuning -72 dBm), kanan throughput. Garis kuning putus-putus = momen roaming. Kartu kanan atas merangkum beban tiap AP dan persentase waktu QoE buruk.
Pilih satu skenario untuk dilihat satu per satu. Ketiganya tetap disimulasikan bersamaan dengan jumlah perangkat yang sama, jadi grafik latency membandingkan semuanya. Batang di atas AP = antrean paket (hijau pendek, kuning menumpuk, merah penuh lalu paket dibuang). Perangkat berat dihitung setara 4 perangkat.
Saat ada unduhan besar, antrean di router terisi penuh seperti bak air. Paket ping, video call, dan game harus ikut menunggu di belakang unduhan, sehingga ping melonjak walau kecepatan unduh bagus. Ini disebut bufferbloat. SQM menjaga antrean tetap pendek sehingga ping tetap rendah. Nilai A sampai F menilai seberapa parah lonjakan ping.
Wi-Fi lama melayani perangkat bergiliran: satu perangkat memakai seluruh kanal walau datanya sedikit, sisanya terbuang. Wi-Fi 6 memakai OFDMA: kanal dibagi menjadi potongan kecil sehingga banyak perangkat dilayani sekaligus dalam satu giliran. Hasilnya waktu tunggu lebih singkat saat banyak perangkat tersambung.